Sab. Jan 16th, 2021

Sempat Kejar-kejaran, HP dan AS Akhirnya Berhasil Diciduk Polisi

Kedua tersangka yang diamankan saat dihalaman Mapolsek Medan Sunggal. (Jhonson Siahaan/KORANDESA.CO.ID)

MEDAN | www.korandesa.co.id – Kedua pemuda ini, HP (34) dan AS (28), keduanya warga Jalan Binjai Km 10.5, Gang Mesjid, Desa Paya Geli, Sunggal, harus mendekam dibalik jeruji besi Mapolsek Medan Sunggal, Minggu (22/11/2020). Keduanya tak bisa berkutik saat diciduk personil kepolisian Unit Reskrim Polsek Medan Sunggal, usai membeli sabu-sabu yang rencananya dipakai berdua di Jalan Binjai Km 10.5, Gang Mesjid, Desa Paya Geli, Sunggal.

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi SH SIK MH didampingi Kanit Reskrim, AKP Budiman Simanjuntak SE MH mengatakan, penangkapan kedua tersangka berawal dari informasi masyarakat adanya peredaran sabu-sabu di Jalan Klambir V, Kelurahan Lalang, Kecamatan Sunggal.

Menerima informasi tersebut, jelas Yasir Ahmadi didampingi Budiman Simanjuntak, personil pun langsung turun ke lokasi yang disebutkan masyarakat tersebut dan segera menindaklanjuti info tersebut. Pada saat tiba dilokasi, ujar Yasir Ahmadi, personil melihat kedua tersangka yang mengendarai sepeda motor keluar dari dalam Gang Pantai dan personil langsung mengejar kedua tersangka.

“Keduanya sempat melarikan diri, namun, pada saat di Jalan Binjai Km 10, personil berhasil menyalip dan mengamankan kedua tersangka HP dan AS seketika itu,” jelas Yasir Ahmadi didampingi Budiman Simanjuntak.

Saat dilakukan pemeriksaan, tambah Yasir Ahmadi, dari kedua tangan tersangka diamankan barang bukti 1 paket bungkus kecil sabu-sabu. “Kedua tersangka menerangkan bahwa sabu-sabu itu dibeli patungan seharga Rp 50 ribu untuk dipakai berdua,” ujar Yasir Ahmadi.

Lebih lanjut, kedua tersangka langsung diboyong ke Mapolsek Medan Sunggal untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Yasir Ahmadi menuturkan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan guna membekuk bandar sabu-sabu tempat kedua tersangka membeli sabu-sabu itu.

“Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 subs Pasal 112 subs Pasal 132 UU RI No 35/2009 dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun,” ungkapnya. (Jhonson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *