Sab. Jan 16th, 2021

Dugaan Kampanye di Masjid, Bawaslu Medan Limpahkan Kasusnya ke Polisi

Kantor Bawaslu Kota Medan. (int/ist/TM)

MEDAN | www.korandesa.co.id – Pasca dugaan kampanye Salman Alfarisi di Masjid, Bawaslu Kota Medan melimpahkan kasus dugaan kampanye yang dilakukan Calon Wakil Walikota Medan, Salman Alfarisi, ke polisi. Bawaslu mengatakan hal itu dilakukan setelah Bawaslu menggelar rapat pleno.

“Hasil pleno Bawaslu Kota Medan terkait temuan dari hasil pengawasan Panwascam yang di Masjid Al-Irma, Kecamatan Medan Sunggal, sudah kita lanjutkan ke penyidikan SPKT atau kepolisian,” kata Ketua Bawaslu Medan, Payung Harahap, saat dimintai konfirmasi, Minggu (22/11/2020).

Payung mengatakan, nanti polisi yang melanjutkan kasus dugaan kampanye tersebut ke proses penyidikan dan pelimpahan tersebut dilakukan pada hari Jumat (20/11/2020). “Sebab, tugas Bawaslu adalah melihat apakah ada peristiwa tindak pidana pemilihan. Untuk proses pembuktian, nanti di penyidikan, apakah terbukti atau tidak,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota Bawaslu, Taufiqurrohman Munthe, mengatakan status hukum Salman bakal ditentukan oleh polisi. “Belum tersangka,” ujar Taufiq.

Sebelumnya, Bawaslu Medan telah meminta keterangan Salman terkait temuan dugaan kampanye di masjid. Permintaan klarifikasi itu terkait beredarnya bahan kampanye ketika Salman, yang merupakan rekan duet Akhyar Nasution di Pilkada Medan, sedang mengisi ceramah usai salat Magrib.

“Dia apa, seperti ngaji, tausiah gitu di Bakda Magrib dan di situ juga ada bahan kampanye yang disebarkan oleh salah satu masyarakat. Cuma, sewaktu kita adakan klarifikasi kepada pengurus BKM mereka menyampaikan bahwa bapak itu bukan masyarakat di situ, bukan warga di situ dan sepengetahuan mereka bapak-bapak itu bekerjanya cuma bagi-bagikan brosur. Ada brosur dakwah juga dan biasanya yang dibagi brosur dakwah,” ujar anggota Bawaslu Medan, Deni Atmiral, di kantor Bawaslu Medan, Senin (16/11/2020).

Terkait hal tersebut, Salman pun menepis dugaan dirinya melakukan kampanye di masjid. Dia mengatakan, tak tahu soal siapa yang membagikan alat peraga kampanye (APK) ketika berceramah di masjid. “Ya berdasarkan laporan dari Panwascam Medan Sunggal, bahwa ketika saya sedang mengisi pengajian ada beredar APK dan saya tahu bahwa APK itu beredar di sini (Bawaslu) menurut penjelasan pelaporan itu secara pastinya. Jadi, siapa yang menyebarkan, terus APK-nya apa saja, seperti apa saya tidak tahu pasti,” ujar Salman usai memberi klarifikasi di Bawaslu Medan, Senin (16/11/2020).

Jelas Salman, mestinya Panwascam itu pertama kali melaporkan atas nama si fulan, mengedarkan APK di masjid pada waktu saya hadir, mestinya begitu kan. “Kemudian dari situlah ditelusuri apakah pengedar itu ada nggak sangkutan dengan saya. Kalau ada, panggil saya,” sambungnya. (int/dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *