Sab. Jan 16th, 2021

Bobol Rumah dan Melawan Saat Pengembangan, Kaki Begal 7 TKP Ditembak Polisi

Tersangka usai mendapatkan perawatan medis diapit personil kepolisian Sat Reskrim Polrestabes Medan saat di RS Bhayangkara Medan. (rill/Jhonson Siahaan/KORANDESA.CO.ID)

MEDAN | www.korandesa.co.id – Tersangka yang satu ini, MT alias Opik (21), warga Jalan Pancing V, Lingkungan III, Kecamatan Medan Labuhan, Medan, harus menahan rasa sakit dibalik jeruji besi Sat Reskrim Polrestabes Medan, Minggu (22/11/2020). Pasalnya, kaki tersangka begal yang terlibat dalam kasus pencurian bobol rumah di Jalan Metal Ujung, Kecamatan Medan Timur, Medan, dihadiahi timah panas karena melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan.

“Kaki tersangka terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat dilakukan penangkapan di kawasan Jalan Pertempuran/Jalan Veteran, Kecamatan Medan Marelan, Medan,” kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Hermindo Tobing SH SIK MH didampingi Kanit Pidum, Iptu Yunnan Syahputra.

Tegas Yunnan Syahputra, tersangka yang juga terlibat kasus pembegalan ini pun terpaksa ditembak karena mencoba melarikan diri dan melawan petugas saat akan dibawa pengembangan mencari barang bukti hasil kejahatan tersangka.

“Tak hanya terlibat dalam kasus pencurian di dalam ruko milik Saifan Mauladi (41), warga Jalan Alfaka IX,  Lingkungan VI, Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Medan, tersangka juga terlibat kasus pembegalan di sejumlah lokasi di wilayah hukum Polrestabes Medan,” bebernya.

Terkait kasus pencurian bobol rumah, jelas Yunnan, Syahputra, tersangka MT alias Opik beraksi bersama rekannya C, yang terlebih dahulu ditangkap. Dalam melakukan aksinya, tersangka berhasil membawa kabur barang-barang milik korban yakni 2 buah closed, 2 unit shower mandi, 1 unit kipas angin, 6 buah jendela stainless, pegangan tangga stainless, adaptor listrik, sanyo, meteran PDAM dan kabel-kabel listrik dengan total kerugiannya mencapai Rp 50 juta.

“Kasus pencurian yang dilakukan tersangka dilakukan tersangka pada hari Senin (12/10/2020), dimana pada saat itu korban baru pulang dari salah satu acara ditempat keluarganya dan.korban melihat kondisi rumahnya telah dibongkar. Saat dicek melalui rekaman kamera CCTV, korban melihat kalau yang melakukan pencurian dirumahnya tersangka C bersama kawan-kawannya. Korban pun melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolrestabes Medan,” tambah Yunnan Syahputra.

Menerima laporan korban, ujar Yunnan Syahputra, personil Unit Pidum akhirnya terlebih dahulu membekuk tersangka C dan dari pengakuan tersangka C ini personil turut mengamankan penadah barang hasil kejahatan tersangka L dan berhasil mengamankan tersangka MT alias Opik.

“Saat dilakukan pemeriksaan intensif, tersangka MT alias Opik mengaku kalau uang hasil kejahatan telah dibelikan baju dan celana. Tak hanya itu, tersangka mengaku terlibat aksi pembegalan di 7 lokasi berbeda di wilayah hukum Polrestabes Medan,” tambah Martuasah Hermindo Tobing.

Lebih lanjut, terang Martuasah Hermindo Tobing, adapun tujuh lokasi tersangka melakukan aksinya pembegalan di wilayah hukum Polrestabes Medan yakni di Jalan Bilal, Medan ; di Jalan Lau Dendang, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang ; di Jalan Simpang Tanjung, Medan ; di Jalan Cemara depan Sekolah Al Fatah ; di Jalan Krakatau depan Hotel Ardina, Medan ; di Jalan Purwosari, Medan dan di Jalan Metal, Medan.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun. Tersangka saat ini sedang menjalani pemeriksaan intensif guna mengetahui sepak terjang tersangka dan mencari keberadaan barang bukti hasil kejahatan tersangka,” ungkapnya. (rill/Jhonson)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *