Sel. Nov 24th, 2020

Segera Hindari… 21 Aplikasi Android Ini Berisi Adware Berbahaya

Deretan aplikasi dalam android. (int/ist/hitecno)

JAKARTA | www.korandesa.co.id – Salah satu perusahaan keamanan siber Avast menemukan adanya bahaya adware di aplikasi Android. Tak hanya itu, laporan dari perusahaan salah satu keamanan siber lainnya juga memperingatkan pengguna platform Android terkait bahaya dibalik sejumlah aplikasi.

Ini mendeteksi kemungkinan adanya gelombang perangkat lunak beriklan (adware wave) dalam beberapa bulan terakhir. Fenomena adware yang berbahaya ini bukanlah hal baru karena sudah ada di berbagai platform perangkat lunak seluler di dunia. Pengembang antivirus Avast awal pekan ini menyorot 21 aplikasi yang harus dihindari.

Penelitinya mempelajari dengan cermat aplikasi tersebut dan menyisir ratusan ulasan pengguna. Berikut ini daftar 21 aplikasi berbahaya tersebut, seperti dikutip dari Phone Arena, Senin (26/10/2020), yakni :

– Shoot Them.
– Crush Car.
– Rolling Scroll.
– Helicopter Attack – New.
– Assasain Legend – 2020 New.
– Helicopter Shoot.
– Rugby Pass.
– Flying Skateboard.
– Iron It.
– Shooting Run.
– Plant Monster.
– Find Hidden.
– Find 5 Differences – 2020 New.
– Rotate Shape.
– Jump Jump.
– Find the Differences – Puzzle Game.
– Sway Man.
– Desert Against.
– Money Destroyer.
– Cream Trip – New.
– Props Rescue.

Sejumlah ahli keamanan siber yang memindai bendera merah Play Store menyadari bahwa sejumlah besar ulasan menyebutkan promosi iklan berbeda saat mereka menggunakan aplikasi di atas. Aplikasi itu menarik pengguna dengan membuat iklan yang menipu. Setelah itu mereka akan mulai membombardir pelanggan dengan lebih banyak iklan.

Lalu banyak di antaranya muncul di luar aplikasi itu sendiri. Hal ini berpotensi membuat ponsel terinfeksi virus dan mengganggu pekerjaan. Guna menghindari berbagai aplikasi berbahaya, tidak cukup hanya menggunakan Google demi melindungi ponsel dari adware, ransomware, spyware, dan semua jenis trojan maupun virus lainnya. Pengguna juga harus bijak melihat ulasan aplikasi.

Jumlah penginstalan yang banyak bukan berarti aplikasi tersebut aman. Artinya, aplikasi yang populer diunduh berjuta kali pun masih memiliki potensi berbahaya untuk ponsel. Sayangnya, pengguna ponsel tidak dapat sepenuhnya terhindar dari semua bentuk malware Android meskipun sudah sangat berhati-hati. Namun, tidak ada salahnya untuk melakukan upaya pencegahan. (int/jpnn/phonearena/okz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *