Sel. Nov 24th, 2020

Kehadiran Pertashop, 32 Desa se-Sulawesi Rasakan Manfaatnya

Ilustrasi petugas Pertashop saat sedang mengisi bahan bakar kepada pembeli. (int/ist/MI)

MAKASSAR | www.korandesa.co.id – PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) VII  menyatakan sebanyak 32 desa kategori terpencil, terluar dan tertinggal (3T) dan berprestasi di Sulawesi telah dijamah Pertashop. MOR VII mendapat amanah dari Kementerian Dalam Negeri untuk menghadirkan Pertashop di 44 desa di Sulawesi.

“Rata-rata penjualan Pertashop mencapai minimum 300 liter per hari untuk produk Pertamax dengan harga setara SPBU terdekat. Pertashop juga menjadi outlet yang menjual Elpiji Bright Gas, Pelumas dan Produk retail pertamina lainnya,” kata Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR VII, Laode Syarifuddin Mursali, dalam keterangan resminya, Selasa (20/10/2020).

Ia mengatakan, Pertamina akan terus menambah jumlah pendirian Pertashop sebagai upaya pemerataan energi dan oleh karenanya, Pertamina membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pebisnis maupun UMKM yang ingin membangun Pertashop. Jelas Laode, Pertashop dipersyaratkan di desa atau kecamatan yang belum ada SPBU atau lembaga penyalur Pertamina dalam radius 10 Km.

Terdapat tiga kategori Pertashop yang disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang dimiliki. Pertashop Gold untuk luas lahan minimum 210 M2, Pertashop Platinum untuk luas lahan minimum 300 N2 dan terakhir Pertashop Diamond untuk luas lahan minimum 500 M2. “Luasan tangki penyimpanan dan varian produknya tentunya menyesuaikan,” tutur Laode.

Lebih lanjut, tambah Laode, Pertamina juga akan menganalisa dan mengevaluasi secara transparan calon lokasi Pertashop yang diajukan. “Jika tidak ditemukan kesesuaian, kita tidak akan proses lebih lanjut. Di Pertamina sudah lama menerapkan Good Corporate Governance (GCG),” pungkasnya. (int/medcom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *