Rab. Okt 28th, 2020

Kecanduan… Wanita Ini Pelihara 500 Ikan Cupang Selama Pandemi Covid-19

Ikan Cupang Hias. (int/ist/e9)

JAKARTA | www.korandesa.co.id- Pandemi Covid-19 membuat masyarakat mencari kesibukan selama #dirumahaja untuk mengusir kejenuhan. Berbagai hobi yang dulu tidak tren pun kini jadi diminati. Salah satunya adalah memelihara ikan cupang. Jika dulu memelihara ikan cupang identik sebagai hobi pria, kini wanita pun banyak yang melakukannya. Salah satu wanita yang hobi memelihara ikan cupang itu ialah Cice Lu’luil Maknun.

Lulu demikian biasa disapa baru-baru saja berkenalan dengan ikan cupang. Dia mulai memelihara ikan cupang di awal pandemi Corona menyebar di Indonesia atau sekitar Maret 2020. Tak disangkanya, perkenalannya dengan ikan cupang itu membuatnya kecanduan. Saking antusiasnya memelihara ikan cupang, kini Lulu sudah mempunyai 500 ekor ikan cupang di rumahnya.

“Pertama kali punya ikan cupang jenis giant marble, sampai sekarang sudah punya tiga jenis yaitu jenis giant, plakat dan halfmoon dengan variasinya yaitu avatar, blue rimes, blue panda, koi, multicolor, nemo, white platinum, super red, super black dan bagan. Saat ini dari hasil breeding sendiri sudah ada 500 ikan cupang,” jelasnya seraya tertawa saat berbincang dengan Wolipop belum lama ini.

Anak ke 8 dari 12 bersaudara ini awalnya membeli ikan cupang dari petani ikan cupang langsung. Dia kemudian mencoba ikut lelang ikan cupang di media sosial. Setelah semakin menguasai seputar pemeliharaan ikan cupang, dia mulai membiakkan ikan cupang sendiri. Ikan cupang hasil breeding atau pembiakannya dijual di Instagram @griyatempalo. Dalam memelihara ikan cupang, Lulu memiliki berbagai jenis. Dia punya ikan cupang yang harganya murah Rp 10 ribu hingga yang mahal hingga Rp 1 juta.

“Yang paling murah jenis ikan cupang cello dan besgel (yang tidak mutasi warna). Yang paling mahal avatar dan blue rimes harganya dari ratusan ribu sampai jutaan. Harga menengah biasanya cupang plakat nemo, dan plakat multicolor,” paparnya.

Lulu mengaku tak memperiapkan ruangan khusus untuk memelihara ikan cupangnya. Ratusan ekor ikan cupang tersebut hanya ditaruhnya di toples-toples yang diletakkan di depan teras rumahnya.

Suka Duka Memelihara Ikan Cupang

Lulu tertarik memelihara ikan cupang awalnya karena jenis ikan tersebut memiliki warna yang menarik. Setelah dijalani ternyata memelihara ikan cupang juga tidak terlalu sulit. “Pemeliharaannya tidak sulit, tidak perlu tempat khusus, di toples juga sudah hidup,” kata Lulu yang sehari-harinya bekerja sebagai jurnalis ini.

Meski tidak sulit, suka-duka pastinya dirasakan Lulu yang kini memiliki 500 ekor cupang di rumahnya. Dia akan merasa senang saat ikan-ikan cupangnya bisa bertahan hidup. “Sukanya jika hasil pemijahan banyak dan hidup semua atau paling tidak 80 persen hidup, tumbuh sehat dan mengeluarkan warna cantik, yang punya nilai jual,” kata Lulu.

Sedangkan duka dirasakan Lulu saat hasil breeding ikan cupangnya gagal atau tidak ada yang menetas. Dia juga akan merasa kecewa ketika warna cupang hasil breeding tidak sesuai harapan. “Fase mutasi warna, kalau warna nggak keluar atau mutasi, jadinya masygul sendiri,” ucapnya seraya tertawa.

Lulu menambahkan dia merasakan kepuasan tersendiri saat melihat ikan cupangnya tumbuh cantik dan sehat. Agar ikan cupang tetap sehat alias tidak gampang mati, Lulu memiliki tipsnya. “Sering ganti air, variasi makanan harus ganti-ganti. Untuk mutasi warna lebih cepat dan vitalitas bisa menggunakan rendaman daun ketapang kering. Untuk makanannya bisa berikan kutu air, jentik nyamuk, cacing sutera, cacing darah, dan pelet. Yang pasti tiap pagi dan sore dikasih makan, ganti air minimal tiga hari sekali,” paparnya.

Lulu menekankan dalam memelihara ikan cupang dibutuhkan kesabaran dan ketekunan. Dan pastinya saat mau memelihara pastikan memang kamu menyukainya, bukan hanya sekadar mengikuti tren pelihara ikan cupang. “Harus rajin dan sabar karena melihara mahluk hidup beda dengan benda mati. Harus suka dulu, sayang, nanti akan tumbuh rasa ingin menjaga, melihara. Prinsipnya melihara ikan cupang tidak begitu sulit asal tekun dan sabar,” ungkapnya. (int/wolipop/dtc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *