Sel. Nov 24th, 2020

Demo RUU Cipta Kerja, Polda Sumut Utamakan dan Terapkan Sikap Humanis Hadapi Pendemo

Mobil Water Canon milik Polda Sumut yang disiagakan dalam menghadapi para pendemo di halaman Kantor Gedung DPRD Sumut. (Jhonson Siahaan/KORANDESA.CO.ID)

MEDAN | www.korandesa.co.id – Dalam menghadapi para pendemo RUU Cipta Kerja di Gedung DPRD Sumut, pihak kepolisian Polda Sumut mengutamakan dan menerapkan sikap humanis, Kamis (08/10/2020). Hal itu dikatakan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja SH SIK.

“Sikap humanis yang dilakukan personil saat bertugas yakni dengan menyampaikan himbauan-himbauan kepada seluruh pengunjuk rasa untuk menyampaikan aspirasinya secara tertib dan santun. Himbauan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kerusuhan saat proses penyampaian aspirasi tersebut,” kata Tatan Dirsan Atmaja.

Tak hanya itu, jelas Tatan Dirsan Atmaja, Polda Sumut dalam hal ini juga 100 orang personil polisi wanita (polwan) yang bertugas membagi-bagikan masker kepada para pendemo mengantisipasi terjadinya klaster baru Covid-19. “Dalam ini, Polda Sumu tidak ingin usai dari aksi demo angka penyebaran Covid-19 di Kota Medan meningkat. Maka, kita membagikan masker dengan tujuan untuk melindungi para pendemo yang berunjuk rasa di tengah pandemi,” akunya.

Lebih lanjut, ujar Tatan Dirsan Atmaja, Polda Sumut sendiri menurunkan 2/3 dari jumlah personel sekitar 7.000 orang. “Kita tetap mengantisipasi beberapa hari ke depan. Untuk itu, personel yang disiagakan 2/3 dari kekuatan masing-masing wilayah dan Polda Sumut menyiagakan 7.000 personel,” jelas Tatan.

Walaupun demikian, ujar Tatan Dirsan Atmaja, diingatkan kepada seluruh peserta demo bahwa saat ini wilayah Sumut masih menghadapi wabah Pandemi Covid-19. “Sehubungan dengan penyebaran virus itu, kita bersama-bersama mengantisipasi agar melaksanakan protokoler kesehatan,” tambahnya.

Demo RUU Cipta Kerja Ricuh

Aksi demonstrasi yang dilakukan mahasiswa dan pemuda untuk menolak RUU Cipta Kerja di depan halaman Kantor Gedung DPRD Sumut di Medan berakhir ricuh. Akibatnya, tiga personel polisi terluka, seorang di antaranya merupakan polwan. Sejumlah personil polisi yang terluka itu diakibatkan lemparan batu yang dilakukan oleh para demonstran.

Tak hanya itu, sejumlah kendaraan dinas milik Polda Sumut dirusak pendemo yang bertindak anarkis saat menyampaikan aspirasinya menolak penetapan Undang-undang Omnibus Law di Lapangan Merdeka. Sejumlah kendaraan yang dirusak pendemo yakni satu unit bus, mobil jenis sedan dan minibus. Para pendemo terlihat melempari kendaraan yang tengah terparkir di pinggir jalan dengan batu.

Akibat aksi pelemparan itu, kondisi bus milik Polda Sumut itu mengalami pecah kaca pada bagian depan. Selanjutnya, personil yang melihat aksi pengerusakan itu langsung bergerak cepat menangkap para pengunjuk rasa anarkis tersebut. Tatan Dirsan Atmaja membenarkan aksi pengerusakan sejumlah mobil dinas milik Polda Sumut yang dilempari para pendemo tersebut.

“Para pendemo yang terlibat aksi pengerusakan mobil dinas itu telah kita amankan. Kini, mereka masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tegas Tatan Dirsan Atmaja.

Seorang polwan yang melakukan pengamanan aksi penolakan tersebut, terluka diduga kenak lemparan batu. Masa aksi juga merusaki fasilitas umum dengan cara melempar batu. Di Kantor DPRD Sumut juga terjadi tindakan anarkis dari para pendemo dan ditemukan batu dan kayu.

Polisi wanita (Polwan) yang bertugas lalu lintas Polda Sumut, bernama Briptu Tivani Barus jadi korban pelemparan benda keras. Saat itu, Briptu Tivani Barus sedang melakukan pengamanan (PAM) dilokasi. Polisi lainya yang melihat polwan terkena lemparan langsung memberi pertolongan dan membawa Briptu Tivani ke dalam gedung.

Terlihat situasi tidak kondusif lagi, pihak kepolisian Polda Sumut pun menurunkan water canon dan menyemprotkan air untuk menghentikan aksi anarkis tersebut. Untuk membubarkan masa aksi yang sudah ricuh, pihak kepolisian terpaksa menembakan gas air mata dan tetap bernegosiasi dengan para aksi agar menyampaikan aspirasi sesuai aturan.

Bawa Klewang, Seorang Pendemo Diamankan

Sementara itu, M Alwi Munthoha Langkat (20), warga Jalan Tanjung Gusta, terpaksa diamankan personil kepolisian karena membawa senjata tajam (Sajam) jenis klewang saat mengikuti unjuk rasa di Kantor DPRD Sumut. Pemuda berusia 20 tahun itu pun langsung diboyong ke Mapolsek Medan Barat untuk menjalani pemeriksaan.

Jelas Tatan Dirsan Atmaja, awalnya personil sedang melaksanakan pengamanan aksi unjuk rasa di Lapangan Merdeka. Pada saat bersamaan, personil melihat seorang pengendara motor yang diduga akan ikut melakukan aksi demo di DPRD Sumut.

“Saat dilakukan pemeriksaan, dari dalam tas ransel pengendara motor itu ditemukan sebilah senjata tajam. Selanjutnya personil langsung mengamankannya ke Polsek Medan Barat,” jelasnya.

Himbau Tatan Dirsan Atmaja, kepada seluruh elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasinya di Kantor DPRD Sumut untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi di Kota Medan tetap kondusif.

“Kepada seluruh elemen masyarakat, silahkan sampaikan aspirasinya secara tertib dan santun,” ungkapnya. (Tim/KORAN DESA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *