Sel. Nov 24th, 2020

Demo Tolak UU Cipta Kerja, Polisi Temukan Pesan Berantai Ajak Pelajar Untuk Demo

Para pelajar yang diamankan di Polres Metro Tangerang Kota karena ikut aksi penolakan terhadap Undang-undang Cipta Kerja. (int/ist/grid.id/Dok Humas Polres Metro Tangerang Kota)

JAKARTA | www.korandesa.co.id – Personil kepolisian Polda Metro Jaya menemukan pesan berantai terkait ajakan aksi unjuk rasa kepada para pelajar dan remaja untuk menolak Omnibus Law Undang-Undang Cipta Kerja di Jakarta.

“Jadi, ada beberapa yang nyata untuk berunjuk rasa. Tapi, kami juga amankan beberapa orang massa tidak dikenal, remaja-remaja tanggung,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, Kamis (08/10/2020).

Lebih lanjut, ujar Sambodo, personil mengamankan beberapa remaja dan pelajar yang tidak jelas tujuannya untuk berunjuk rasa di Jakarta. Tak hanya itu, jelas Sambodo, personil juga memeriksa telepon seluler milik para pelajar itu yang ditemukan ajakan berunjuk rasa.

“Dikhawatirkan, ini kelompok anarkis yang memang di beberapa kota selalu berbuat kerusuhan,” ujar Sambodo.

Sambodo mengungkapkan, kelompok anarko memang bertujuan merusak sarana prasarana yang ada dan berbuat ricuh, sehingga seluruh personil mengawasi, serta mengawal kelompok masyarakat yang menyampaikan pendapat di muka umum.

“Kami lakukan razia dan menangkap mereka. Sejak subuh, kami sudah menangkap sekitar 40 anak-anak termasuk yang ditangkap hari ini kurang lebih 30 orang,” akunya.

Personil kepolisian Polda Metro Jaya mengamankan para remaja itu saat berkumpul dan menggunakan atribut hitam, serta tanpa tujuan yang jelas. “Daripada menjadi provokator¬†atau melempari petugas, maka kami amankan terlebih dahulu,” beber Sambodo.

Personil kepolisian Polda Metro Jaya mengamankan para pelajar itu di sekitar kawasan Pancoran, Palmerah, Jalan Asia Afrika Senayan, dan Portal Senayan. (int/bisnis.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *